Direktur Utama PHEI atau Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Ignatius Girendroheru menjelaskan 531 seri obligasi yang telah dinilai perusahaannya itu meliputi 118 seri surat utang konvensional dan 413 seri merupakan obligasi korporasi.
Untuk meningkatkan mekanisme pembentukan harga wajar surat utang di pasar sekunder, Ignatius mengatakan PHEI menggandeng Indonesia Money Broker Association (INAMBA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kontribusi INAMBA bagi pembentukan harga pasar wajar yang dilakukan oleh IBPA sangat diperlukan dalam memperkaya sumber data lembaga penilaian harga efek.
Ketua INAMBA Melchias Markus Mekeng menuturkan kerjasama dengan PHEI diharapkan dapat mendukung pasar obligasi di dalam negeri semakin menarik, terutama bagi perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Saham Indonesia (BEI).
"Pasar obligasi di dalam negeri diharapkan semakin likuid sehingga meningkatkan volume perdagangan," katanya.