Sukuk ritel seri SR-008 yang mulai ditawarkan sejak 19 Februari 2016 sampai dengan 4 Maret 2016 berhasil melibatkan 48.444 investor individu.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan penerbitan sukuk ritel dengan nomor seri SR-008 itu merupakan penerbitan sukuk ritel terbesar sejak instrumen pembiayaan syariah itu terbit pertama kali pada 2009.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, jumlah investor yang membeli sukuk ritel pada tahun ini juga yang terbanyak. Sebagai perbandingan, Sukuk Negara Ritel seri SR-007 yang terbit pada 2015 berhasil menyerap pembiayaan sebesar Rp21,9 triliun dengan jumlah investor sebanyak 29.706 orang.
Berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbanyak berada pada kelompok usia lebih dari 55 tahun, yaitu mencapai 36,03 persen, dengan nominal pembelian sebesar Rp13,23 triliun atau 41,99 persen dari total penjualan.
"Jumlah investor dari Indonesia Bagian Tengah dan Timur mengalami peningkatan dibandingkan penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-007 tahun 2015 dengan persentase peningkatan sebesar 13 persen," ujar Robert.
Robert menilai, yield sebesar 8,3 persen sudah cukup kompetitif. Ia berdalih yield tersebut sudah terbentuk oleh mekanisme pasar dan belum terpengaruh oleh kebijakan penurunan suku bunga acuan