Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa investor asal China tersebut telah memiliki calon mitra lokal yang juga merupakan pengembang ternama di Indonesia.
“Luasan lahan kawasan industri tersebut diperkirakan akan mencapai 2.000 hektar dengan konsep kawasan industri yang terintegrasi dengan perumahannya. Rencananya perusahaan tersebut akan segera mengajukan izin prinsip melalui layanan izin investasi 3 jam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Biasanya investor akan merasa lebih nyaman bila pengelola kawasan industri tersebut berasal dari negara yang sama, sehingga mereka lebih memahami budaya maupun kebiasaan investor setempat,” katanya.
BKPM mencatat, investasi dari China sepanjang tahun 2015 (tidak termasuk sektor hulu migas dan keuangan) mencapai US$628,3 juta. Jumlah itu menempatkan China sebagai investor terbesar ke-9 di Indonesia.
Lebih lanjut, nilai tersebut di luar angka investasi China ke Indonesia yang juga tercatat melalui negara-negara lainnya sebesar US$1,53 miliar, sehingga total investasi China pada tahun 2015 sebesar US$2,16 miliar atau meningkat sebesar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (gen)