Sofyan Yusuf, Vice President Technical Services Direktorat Pemasaran Pertamina menjelaskan untuk tahap awal, perusahaannya akan membangun pipa sepanjang 401 km. Pipa tersebut terhubung dari Lomanis-Rewulu sepanjang 180 km, Lomanis-Tasikmalaya 128 km, dan Cikampek-Plumpang II sepanjang 93 km.
"Saat ini FEED dalam proses penyelesaian. Diharapkan akhir tahun ini konstruksi sudah bisa dimulai," ujar Sofyan, Sabtu (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalur pipa nantinya multipurpose. Kami juga akan memprioritaskan local content sepanjang material tersedia di dalam negeri dan harganya cukup kompetitif," ujarnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penambahan jaringan pipa itu merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pertamina untuk meningkatkan cadangan BBM nasional. Apalagi, hingga saat ini Indonesia belum memiliki cadangan penyangga energi nasional. Hanya ada cadangan operasional Pertamina selama 22 hari untuk BBM dan 12 hari untuk LPG.
“Tanpa cadangan penyangga, ketahanan energi Indonesia bisa terancam,” katanya. (gen)