Menurut John, banyak negara yang ramai-ramai memangkas tarif PPh badan agar sebagai insentif fikal yang diberikan pemerintah kepada investor.
"Penurunan PPh Badan memang akan ada, kalau trennya kita lihat negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand itu PPh Badan terus menurun karena persaingan di antara kawasan, apalagi sekarang ada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," ujar John kepada CNNIndonesia.com, akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai contoh, tarif PPh badan di Indonesia sebesar 25 persen, masih lebih tinggi dibanding Singapura 17 persen dan Thailand 23 persen. Adapun tarif pajak Malaysia sebesar 25 persen.
Menurut John, penurunan tarif PPh Badan akan dibahas lebih lanjut dalam lingkup yang lebih luas termasuk melibatkan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Menteri Keuangan. Payung hukum berupa Undang-Undang pun tengah disiapkan oleh pemerintah dan parlemen tahun ini.
"Penurunan PPh Badan itu diatur dalam UU PPh. Kita akan kaji, setiap penurunan 1 persen PPh badan atau Orang Pribadi (OP) itu dampaknya terhadap penerimaan bagaimana dan nilai kompetitifnya bagaimana dibandingkan dengan negara-negara tetangga," katanya.
Selama ini, pengenaan PPH badan atas korporasi merujuk pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Usaha Yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
Mengacu pada kedua beleid tersebut, pemerintah menetapkan tarif PPh badan sebesar 25 persen dari Penghasilan Kena Pajak (PKP).
Namun, bagi Wajib Pajak (WP) badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka, yang paling sedikit 40 persen sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa memperoleh tarif PPh sebesar 5 persen.
Tarif PPh badan di Indonesia sendiri telah diturunkan secara bertahap dari 30 persen untuk tahun pajak 2008 menjadi 28 persen untuk tahun pajak 2009.
Pada tahun 2010, tarif PPh badan diturunkan menjadi 25 persen. John mengatakan jika nantinya tren tarif PPh Badan akan diimbangi dengan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Selain PPh badan, pajak untuk konsumsi juga memiliki tarif yang berbeda-beda. Indonesia, Kamboja, dan Laos memungut PPN 10 persen.
Tarif PPN yang paling tinggi adalah Filipina sebesar 12 persen, sementara tarif PPN terendah adalah Singapura dan Thailand sebesar 7 persen. Malaysia, menerapkan pajak penjualan dan jasa dengan tarif 5 persen, 20 persen, atau 25 persen. (gen)