“Kami lihat, secara umum, pertumbuhan ekonomi di kuartal I (2016) ini akan lebih baik, di atas 5,1 persen lah, kira-kira sedikit di atas 5,1 persen," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung, di Jakarta, kemarin.
Juda mengungkapkan pertumbuhan ekonomi kuartal I terutama ditopang oleh konsumsi dan investasi pemerintah yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Memang ada beberapa indikator konsumen yang masih agak mix seperti penjualan mobil masih relatif flat,” ujarnya.
Tak hanya itu, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada kuartal I akan lebih baik dibandingkan perkiraan di awal tahun. Hal itu ditopang oleh neraca perdagangan yang mencatatkan surplus US$1,15 miliar atau lebih baik dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.
"Memang surplus neraca perdagangan kemarin lebih baik surplusnya dari perkiraan kami di awal tahun sehingga untuk kuartal I ini kami perkirakan defisit neraca transaksi berjalan akan sedikit lebih baik yaitu di sekitar 2,6 persen sampai 2,7 persen (dari PDB)," ujarnya.
Secara keseluruhan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di kisaran 5,2-5,6 persen (yoy) atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi tahun lalu, 4,79 persen. (gen)