"Mereka berminat untuk mengembangkan bidang usaha mobile content dan perdagangan senilai US$ 10 juta. Perusahaan saat ini memiliki omset di Malaysia sebesar MR 3 juta per hari dan menjadi leader di sektor provider mobile content," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan resmi, Rabu (23/3).
Franky mengaku BKPM telah menetapkan Malaysia sebagai negara prioritas pemasaran investasi di Asean bersama dengan Singapura. Ia menyatakan Malaysia menjadi fokus pemasaran investasi ke Asean karena melihat tren realisasi dan komitmen negara tersebut yang cenderung meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim MO Malaysia aktif membangun jejaring bisnis untuk mengidentifikasi minat investasi dari Malaysia," imbuh Franky.
"MBAM merupakan asosiasi bisnis yang memainkan peran penting dalam pengembangan dan kemajuan industri konstruksi bagi pelaku bisnis Malaysia," katanya.
Ikhsan menambahkan, pertemuan selanjutnya dengan The Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM). Ia menyatakan ACCCIM merupakan asosiasi bisnis apex untuk etnis Cina di Malaysia.
BKPM mencatat realisasi investasi Malaysia tahun 2015 sebanyak 913 proyek dengan nilai investasi US$3 miliar, tumbuh 73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian pula dengan nilai komitmen investasi dari Malaysia tahun 2015 mencapai US$5,5 miliar dari sebelumnya yang sebelumnya US$2,2 miliar atau naik 148 persen. (gir)