Direktur Asia Pulp And Paper Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan pembentukan desa peduli api ini memiliki tujuan memberdayakan masyarakat sekitar areal konsensi untuk bersama perusahaan melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sampai Maret 2016 ini, kami sudah menggarap 118 desa dari target 500 desa hingga tahun 2020," kata Suhendra dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, pola kerjasama ini dapat dilakukan karena konsesi milik Sinar Mas memiliki 436 pos pemantau di lokasi rawan terbakar dan 2 ribu anggota masyarakat peduli api.
Pimpinan Program Desa Makmur Peduli Api Agung Wiyono mengatakan program ini bukan hanya terfokus pada pencegahan karhutla tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat, transfer teknologi, dan penyelesaian konflik lahan.
"Sinar Mas menyalurkan dana untuk pencetakan sawah baru, penanaman jagung dan buah, serta tambak ikan. Nanti hasilnya dibeli perusahaan," kata Agung.
Program pembentukan desa makmur peduli api menghabiskan separuh dari total dana pencegahan dan penanganan karhutla yang disiapkan perusahaan mulai tahun ini sebesar US$20 juta. Setengah dari dana tersebut digunakan perseroan untuk mengembangkan sistem pendeteksi dan pemadaman api terintegrasi.
Salah satunya adalah menggunakan teknologi kamera geothermal yang disediakan perusahaan Australia Aeroscientific untuk mendeteksi titik-titik api di wilayah konsesi Sinar Mas dan kawasan hutan lainnya. (gen)