Seperti dikutip dari Reuters, sentimen di minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) berjangka tetap lemah. Beberapa bank investasi, seperti Barclays dan Macquarie, memperingatkan bahwa fundamental pasar cukup lemah untuk memangkas harga kembali ke tingkat US$30 per barel.
"Ada terlalu banyak minyak mentah AS akhir-akhir ini dan pasar telah mengabaikannya," kata Tariq Zahir, yang bertaruh WTI untuk pengiriman dalam waktu dekat akan melemah lebih lanjut terhadap kontrak jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara harga minyak mentah berbasis di New York, WTI, berakhir turun 7 sen di US$39,39 per barel.
Data mingguan dari US Commodity Futures Trading Commission menyarankan manajer uang, termasuk hedge fund, tidak ragu-ragu untuk bertaruh pada penguatan WTI, kendati beberapa bertaruh pada jatuhnya harga lanjutan.
Sebagian besar bank memperkirakan sedikit penguatan untuk harga minyak dalam waktu dekat.
"Pasar kemungkinan tetap kelebihan pasokan sekitar 0,6 juta barel per hari hingga semester I 2016 dan persediaan akan terus naik dari tingkat yang sudah tinggi," kata analis di Jefferies International. (gir)