Seperti dikutip dari Reuters, Biro Statistik Nasional China menyatakan laba yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan industri di negara tersebut naik 4,8 persen pada bulan Januari dan Februari dari tahun sebelumnya, menjadi sebesar 780,7 miliar yuan, atau setara US$119,8 miliar dalam periode dua bulan.
Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan penurunan tahunan 4,7 persen pada Desember 2015, yang merupakan penurunan selama tujuh bulan berturut-turut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pengolahan minyak, mesin elektrik dan sektor makanan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan laba. He Ping menilai sektor-sektor tersebut menerima manfaat dari harga minyak yang lebih rendah.
Biro Statistik selalu memberikan angka laba gabungan selama dua bulan pertama setiap tahun untuk kelancaran distorsi musiman yang disebabkan oleh liburan Tahun Baru Imlek, ketika sebagian besar perusahaan tutup untuk perayaan panjang.
Adapun harga produsen China turun untuk bulan ke-48 berturut-turut pada bulan Februari, meskipun langkah penurunan mereda, menambah tekanan kepada para produsen.
Para petinggi China telah menetapkan target pertumbuhan 6,5 persen hingga 7 persen untuk tahun ini, memperkenalkan kisaran dibandingkan target tunggal karena berusaha fleksibel dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang fluktuatif.