Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) mencatat dari pada lelang yang ditutup pukul 12.00 terdapat empat seri SUN yang dilelang dengan total penawaran masuk (incoming bid) sebesar Rp16,0468 triliun. Namun pemerintah memutuskan hanya memenangkan sebesar Rp10 triliun, bahkan lebih rendah dari target indikatif sebesar Rp12 triliun.
"Diambil sebesar Rp10 triliun untuk memenuhi kebutuhan financing dengan yield yang masih wajar, pada lelang kali ini banyak peserta lelang yang menaruh bid pada yield (imbal hasil) yang tinggi," ujar Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kemenkeu Scenaider Siahaan, Selasa (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, seri FR0072 (reopening), yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2036, penawaran yang dimenangkan sebesar Rp3,1 triliun dengan incoming bid yang mencapai Rp5,36 triliun. Imbal hasil seri ini lebih tinggi dibanding seri lainnya yakni 8,31 persen.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Proses setelmen akan dilakukan pada Kamis (31/3) mendatang.