Untuk itu, KEIN mengumpulkan para pemangku kepentingan untuk memberikan berbagai saran guna meningkatkan daya saing bangsa, terutama dalam pengembangan industri. Seperti Menteri Lingkungan Hidup di era Orde Baru Emil Salim dan Menteri Pertambangan dan Energi Subroto. Bahkan, KEIN juga berencana akan mengundang Presiden ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie dan para tokoh-tokoh muda lainnya.
"Karena kita ingin para stakeholder dari yang senior maupun yang muda-muda agar ikut terlibat dalam roadmap ini menuju cita-cita para pendiri bangsa," kata Soetrisno di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantaranya Menteri Perindustrian dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tujuan akhirnya menurut Subroto, kedua hal tersebut harus menjadi instrumen untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.
“Terdapat tantangan growth dan development untuk Indonesia kedepannya. Targetnya tepat ketika 100 tahun usia Indonesia yakni 2045, Indonesia sudah mencapai kesejahteraan sekaligus yang merata,” kata Subroto.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini menyampaikan pandangan-pandangannya saat KEIN sebagai lembaga kajian dan penasihat Presiden untuk bidang ekonomi dan industri mengundangnya sebagai narasumber dalam rangkaian diskusi KEIN untuk menyusun roadmap industrialisasi Indonesia.
Secara spesifik, tema yang diangkat dalam diskusi kali ini adalah tentang kesiapan industri Indonesia dalam menghadapi semakin ketatnya persaingan setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Terkait kehadiran KEIN di era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini, Subroto menyampaikan antusiasmenya. Ia berharap KEIN dapat berperan penting dalam proses percepatan industrialisasi Indonesia ke depan.