“Inflasi Maret masih dalam range-nya Bank Indonesia. Range BI kan antara 3-5,” tutur Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat ditemui di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jumat (1/4).
Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini melaporkan realisasi inflasi sebesar 0,19 persen pada bulan lalu. Secara kumulatif inflasi tahun kalender (Januari-Maret) tercatat sebesar 0,62 persen. Apabila dibandingkan dengan inflasi bulan yang sama tahun lalu, laju inflasi tahunan (year on year) Maret tercatat sebesar 4,45 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, terjaganya inflasi akan menentukan optimalisasi upaya pemerintah dan bank sentral menekan tingkat suku bunga kredit perbankan hingga akhir tahun. Pasalnya, tingkat inflasi merupakan salah satu faktor penentu suku bunga dana simpanan dan kredit.
Mantan Kepala Ekonomi Bank Mandiri ini mengungkapkan realisasi inflasi Maret lebih rendah dibandingkan survei yang telah dilakukan BI. Namun demikian, Mirza menilai pemerintah dan BI masih perlu waspada dalam menjaga inflasi bulanan yang biasanya dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan (volatile food).
“Apalagi ke depan kita mau memasuki bulan puasa, bulan Juni, nanti panen. Lewat masa panen padi itu juga perlu kita waspadai inflasi bahan pangan,” ujarnya. (ags)