Shafruhan Sinungan, Ketua Organda DKI Jakarta, mengungkapkan penurunan akan terjadi pada tarif angkutan taksi dan angkutan perkotaan (angkot).
“Untuk taksi saat ini untuk buka pintu Rp7.500, akan turun jadi Rp6.500. Jadi turun Rp1.000. Kemudian tarif per kilometer saat ini Rp4.000 menjadi Rp3.800. Jadi turun Rp200,” ujar Shafruan melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pertimbangan penurunan tarif angkutan kan harga BBM sudah dua kali turun,” ujarnya.
Secara terpisah, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan secara teori penurunan harga BBM akan berdampak pada turunnya inflasi.
Kendati demikian, lanjutnya, penurunan harga BBM tidak akan berdampak banyak pada inflasi apabila tidak diikuti oleh turunnya biaya transportasi.
“Kalau hanya harga BBM saja yang turun tetapi biaya lain tidak turun maka dampak pada penurunan inflasinya juga tidak banyak sehingga memang perlu kerjasama dari sektor transportasi untuk bersedia melakukan adjustment,” ujar mantan Kepala Ekonom Bank Mandiri ini. (ags)