Ketua bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan faktor daya beli masih mempengaruhi minat masyarakat dalam membeli sepeda motor. Menurut Sigit, masih tingginya harga kebutuhan yang tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan riil membuat masyarakat tidak memiliki sisa pendapatan untuk membeli sepeda motor.
"Mungkin pada kuartal I tahun ini lebih dipengaruhi daya beli. Beberapa harga kebutuhan pokok masih tinggi, sehingga masyarakat tidak fokus ke kebutuhan tersier," jelas Sigit kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, ada perbaikan penjualan motor secara bulanan (month-to-month/mtm) dari Januari hingga Februari kemarin. Melihat data AISI, penjualan Februari mtm memang mengalami kenaikan 26 persen menjadi 524.864 unit dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 416.263 unit.
Ia melanjutkan, tren peningkatan penjualan secara bulanan ini akan meningkat hingga bulan Juni mendatang sebagai antisipasi hari raya Idul Fitri pada bulan Juli mendatang. Bahkan, ia yakin penjualan sepeda motor akan kembali mengalami pertumbuhan secara yoy pada semester I mendatang.
"Ada beberapa konsumen yang lebih memilih membeli motor beberapa bulan sebelum libur panjang di bulan Juli. Itu yang akan membuat penjualan motor akan terus meningkat secara month-to-month," tutur Sigit.
"Belum akan ada revisi, tetap 6,5 juta hingga akhir tahun," imbuhnya.
Sebagai informasi, penjualan motor hingga Februari tahun ini mencatat angka 941.127 unit atau menurun 11,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di angka 1.058.874 unit. Sementara itu, penjualan sepeda motor kuartal I tahun lalu tercatat sebesar 1.605.043 unit atau melemah 19,35 persen dari angka 1.990.375 unit pada periode yang sama tahun 2014. (gir)