Dalam hasil risetnya, Ipsos meramalkan penjualan kendaraan penumpang akan menembus 11,8 juta unit pada 2020 atau tumbuh rata-rata 6,8 persen per tahun setelah pada tahun lalu minus 16,1 persen.
Sementara untuk kendaraan niaga diperkirakan terjual 87,3 juta unit pada 2020 atau tumbuh rata-rata 4,8 persen. Berdasarkan jenisnya, pertumbuhan penjualan truk ditaksir berkisar 3,5 persen per tahun, sedangkan penjualan bus diperkirakan tumbuh rata-rata 1,9 persen per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markus Scherer, Global Automotive Head IPSOS Business Consulting menilai penjualan kendaraan penumpang dan komersial kemungkinan besar masih akan terpusat di Jakarta hingga 2020. Sementara permintaan kendaraan di kota-kota kecil diperkirakan baru akan meningkat baru pada dekade berikutnya.
Untuk kendaraan niaga jenis truk, Scherer mengatakan truk kategori ringan berbahan bakar bensin diyakini tumbuh 4,6 persen per tahun dan akan menjadi yang tercepat di segmennya.
Sementara untuk segmen bus, bus berukuran medium diharapkan tumbuh 3,2 persen per tahun hingga 2020 dan menjadi yang paling pesat akselerasinya di segmen tersebut.
Prediksi pasar otomotif itu, kata Scherer, dibuat dengan memperhitungkan pula potensi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dengan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan mencapai US$1,3 triliun pada 2020, maka kota-kota besar di Indonesia akan menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih seimbang dan memberikan peluang baru.
Berdasarkan asumsi PDB tersebut, Ipsos meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata akan berkisar 7,7 persen per tahun hingga 2020.
"Pertumbuhan populasi usia kerja akan memainkan peran kunci dalam mendorong konsumsi baru. Untuk itu, memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh negeri akan menjadi tantangan utama bagi pemerintah pada tahun-tahun mendatang," tuturnya.
Scherer menuturkan kendaraan-kendaraan pabrikan Jepang masih akan mendominasi pasar otomotif nasional. Pasalnya, prinsipal Jepang punya sejarah panjang dalam pengembangan pasar otomotif Indonesia, didukung oleh portfolio usaha yang komprehensif dan jaringan pemasaran yang luas.
Kendaraan keluarga multiguna (MPV) diyakini Scherer masih akan merajai pasar dengan estimasi penjualan mencapai 492 ribu pada 2020, dengan perkiraaan rata-rata pertumbuhan 7,7 persen per tahun.
LCGC sebagai pendatang baru penjualannya diyakini meroket dalam lima tahun ke depan, dimana pada 2020 sebanyak 244 ribu unit LCGC baru diyakini meramaikan jalan-jalan di Indonesia.
Dari sisi kebijakan, Ipsos menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong penggunaan bahan baku dan komponen lokal yang lebih tinggi dalam proses produksi kendaraan.
Untuk itu, "hati-hati dalam memaknai kebijakan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dan memahami relevansi dari kebijakan itu sebelum masuk ke pasar," katanya. (dim)