Associate Director Colliers, Ferry Salanto mengatakan penurunan tingkat okupansi ini disebabkan oleh banyaknya ekspatriat yang bekerja di bidang minyak dan gas (migas) yang pergi dari Jakarta. Akibat sektor migas yang lesu sampai awal tahun, ia menyatakan banyak perusahaan migas yang memulangkan pekerja ekspatriat ke negara asalnya.
"Dan memang ekspatriat pekerja bidang oil and gas ini mendominasi penggunaan apartemen sewa. Kami tidak mengetahui proporsinya secara pasti, namun itu terlihat dari pengurangan tingkat okupansi sewa di apartemen berlokasi di Central Business District (CBD), yang biasanya dihuni oleh mereka," jelas Ferry di Jakarta, Rabu (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, lesunya sektor ini juga membuat perusahaan migas membatasi remunerasi pekerja ekspatriat seperti tanggungan rumah. Ferry mengatakan, memang ada beberapa pekerja ekspatriat yang tidak pergi dari Indonesia, tetapi pindah ke tempat tinggal yang lebih murah.
Lebih lanjut, ia mengatakan tingkat okupansi ini akan semakin melebar karena permintaan apartemen sewa akan melemah sedangkan suplainya akan bertambah. Ia mencatat, setidaknya akan ada dua proyek baru yang akan diresmikan tahun ini dengan tambahan mencapai 380 unit.
"Lagipula nanti apartemen yang disewakan pengembang akan bersaing ketat dengan apartemen individu yang disewakan dari segi harga," jelasnya.
Sementara itu, Colliers juga menemukan bahwa wilayah CBD masih menjadi lokasi favorit penyewa apartemen dengan proporsi 44,6 persen dari seluruh penggunaan apartemen sewa di Jakarta.