Direktur Treasury and Market Bank Mandiri Pahala Mansury menilai kebijakan tersebut mampu mendongkrak likuiditas perbankan yang saat ini cenderung ketat akibat berebut likuiditas dengan obligasi pemerintah.
Pahala mengatakan dari kebijakan pengampunan pajak tersebut diharapkan insentif fiskal yang diberikan pemerintah kepada pemohon tax amnesty mampu merepatriasi dana-dana yang selama ini disimpan di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan ini waktunya bisa pas, artinya kekurangan likuiditas karena penerbitan obligasi pemerintah tadi bisa dikompensasi dengan uang yang masuk dari luar negeri karena tax amnesty, kalau itu bisa diatur waktunya pasti kekhawatiran akan likuiditas ketat tidak akan ada," ujar Pahala di Jakarta, kemarin.
“Kami berharap adanya tax amnesty bisa pas juga, karena kalau misalkan ada dana dari luar ini bisa jadi timing yang baik, untuk bisa menerbitkan bond sehingga bisa mendapat manfaat dari arus dana yang datang dari luar," jelasnya.
Secara menyeluruh, pada kuartal I Pahala menyebut pertumbuhan realisasi kredit yang disalurkan Bank Mandiri melambat. Sampai Maret 2016, Pahala menyebut pertumbuhan penyaluran kredit hanya mencapai 7-8 persen atau turun jika dibandingkan kuartal I tahun lalu yang mencapai 13 persen.
"Permintaannya memang melambat awal tahun ini, terutama di sektor yang berbau komoditas dan konstruksi,” jelasnya. (gen)