"Pada 2017 simpanan siapapun di bank di buka total. Ada era keterbukaan di dunia, kita harus siap dan hadapi," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jumat (8/4).
Acara tersebut dihadiri oleh para Gubernur dan Wakil Gubernur seluruh Indonesia, Bupati atau Walikota dan Wakil Bupati dan Wakil Walikota hasil pemilihan Kepala Daerah Serentak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu semua,” tegasnya.
Legislator Partai Gerindra mengatakan diperlukan ratifikasi kerja sama antar negara mengenai pembukaan aset internasional yang bakal dijalankan pada 2017 dan 2018 mendatang. Sehingga, aset seseorang yang disimpan negara lain dapat mudah dideteksi.
Pernyataan Jokowi dan DPR mengenai simpanan luar negeri muncul setelah fenomena keluarnya dokumen rahasia Panama Papers yang dirilis International Consortium of Investigative Journalist (ICICJ). Dokumen tersebut membocorkan sejumlah nama mulai dari pemimpin dunia, politisi dan selebriti yang mencoba menghindar dari kewajiban pajak di negaranya masing-masing.
ICIJ juga menelusuri aksi penipuan berkedok investasi yang dilakukan Mossack Fonseca, firma hukum berbasis di Panama, hingga ke Indonesia. Perusahaan investasi kecil di Indonesia pernah mengaku terafiliasi dengan perusahaan hasil bentukan Mossack Fonseca di Virgin Islands British. Perusahaan itu didirikan khusus untuk menipu dan berhasil mengumpulkan modal hingga US$150 juta dari sekitar 3.500 investor. (gen)