Kendati belum mengetahui kabar moratorium yang dimaksud, Direktur Utama Antam, Tedy Badrudjaman mengatakan kandungan emas umumnya terkandung di dalam hutan lindung dan taman nasional. Sehingga diharapkan tidak ada lagi konsesi pertambangan yang menginfiltrasi kawasan-kawasan tersebut.
"Yang jelas, lahan-lahan itu kan tidak bisa beroperasi lagi, justru kami malah berterima kasih jika memang ada kebijakan ini," ujar Tedy di Jakarta, kemarin petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan sudah memiliki lahan kerja baru yang berlokasi di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Apabila memang ada moratorium untuk tidak keluarkan izin tambang, Antam siap menghentikan penggarapan lahan tersebut.
Sepanjang 2015, perusahaan telah melakukan kegiatan eksplorasi emas di Gunung Pongkor dan Pulau Buru, Maluku serta nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang menelan biaya Rp23,6 miliar.
"Jangan sampai terjadi lagi konsesi pertambangan menabrak hutan konservasi, sudah tidak ada seperti itu, tidak ada. Tata ruangnya untuk tambang sudah, kalau tidak ya tidak usah," ujar Jokowi. (gir)