Anak usaha PT Pertamina (Persero) di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) tersebut berhasil membukukan catatan tersebut dengan rata-rata harga minyak US$49,7 per barel dan harga gas US$5,92 per mscf dan kurs Rp13.392 per dolar.
Direktur Utama PHE R. Gunung Sardjono Hadi mengungkapkan keberhasilan perusahaannya mengantongi laba di tengah kondisi industri migas yang lesu akibat anjloknya harga hingga sempat berada dibawah US$30 per barel berkat inovasi yang dilakukan perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan aktivitas ini maka cadangan migas (P1) PHE bertambah sebesar 36,47 MMBOE,” jelasnya.
PHE saat ini memiliki sejumlah 56 anak perusahaan dengan 52 wilayah kerja aktif yang bergerak di bidang usaha minyak, gas, dan CBM. Selain itu juga memiliki saham pada enam perusahaan patungan, tiga buah perusahaan afiliasi yang bergerak di bidang upstream dan midstream migas. (gen)