Wakil Kepala SKK Migas, Zikrullah mengatakan Final Investment Decision (FID) sudah bisa dilakukan mengingat 100 persen gas Tangguh Train III sudah terserap oleh pasar dalam negeri. Hal itu terjadi setelah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) memesan gas Train III yang belum terserap untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) berkapasitas 4.284 Megawatt (MW).
"Juni sudah dapat dilakukan FID, karena dengan adanya ini gas dari proyek Train III sudah 100 persen terserap," jelas Zikrullah di Jakarta akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian 75 persen sisa gas Tangguh Train III yang belum terserap sudah dialokasikan untuk PLN. Untuk besaran dalam metrik ton, sayangnya kami masih belum konversi," ujarnya.
Tangguh Train III juga diharapkan bisa berproduksi mulai tahun 2020 dengan biaya investasi senilai US$ 12 miliar dengan FID yang direncanakan keluar pada bulan Juni 2016. Jika digabungkan dengan proyek Train I dan Train II, maka produksi Tangguh bisa menyentuh 11,4 juta ton per tahun.
Pada awalnya, PLN berencana akan membeli 40 persen dari gas Tangguh Train III, namun perusahaan ternyata malah membeli seluruh sisa gas yang belum terjual pada Jumat pekan lalu. Rencananya, gas tersebut akan digunakan untuk mengamankan pasokan di di Arun (184 MW), Belawan (800 MW), 2 blok PLTGU Muara Karang (1.300 MW), dan tiga blok PLTGU Priok berkapasitas 2.000 MW.
"Yang penting bagi kami, 100 persen gas Train III ini sudah diserap, sekarang tinggal FID saja. Semoga nanti bisa segera disetujui karena ini kan investasi besar masuk ke Indonesia," jelas Wiratmaja.