Inisiatif Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Information (AEoI) menurut Bambang baru bisa berjalan efektif jika diikuti oleh seluruh negara mulai 2018 mendatang.
“Tidak akan ada negara atau individu yang dapat bersembunyi ketika ini diimplementasikan secara penuh mulai 2018,” kata Bambang dalam pembukaan sidang ECOSOC di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Rabu (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut, pembiayaan infrastruktur menjadi poin penting karena investasi infrastruktur memainkan peran yang signifikan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarnegara. Selain itu, infrastruktur juga dapat meningkatkan konektivitas, baik dalam bentuk fisik maupun melalui virtual.
Bambang mengatakan, Pemerintah Indonesia secara tegas menolak praktik-praktik penghindaran pajak. Karenanya ia menegaskan tidak boleh lagi ada negara di dunia yang membantu praktik-praktik manipulasi pajak seperti yang selama ini terjadi.
Menurutnya, topik ini penting dibahas di tingkat global guna menunjukkan sikap tegas Indonesia soal kejahatan pajak. Indonesia, kata Bambang, mendorong adanya sanksi bagi negara-negara suaka pajak yang melindungi aset-aset penjahat pajak.
"Posisi Indonesia ingin ada sanksi bagi negara yang tidak patuh," tegas Bambang. (gen)