Meski nilai kredit yang dikucurkan meningkat, namun laba perusahaan berusia 34 tahun tersebut justru anjlok 55 persen akibat berkurangnya jumlah sepeda motor yang dibeli masyarakat dengan cara kredit.
Sepanjang tahun lalu, jumlah sepeda motor baru yang dibiayai oleh WOM Finance tercatat sebanyak 564.964 unit. Turun 5,03 persen dibandingkan jumlah sepeda motor yang dibiayai perusahaan pada 2014 sebanyak 594.928 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca dari kinerja 2015, Djaja menyatakan tahun ini WOM Finance hanya memasang target moderat yaitu penyaluran pembiayaan Rp6,41 triliun sama dengan tahun lalu.
“Tahun ini kami perkirakan daya beli kendaraan masyarakat masih menurun. WOM Finance sendiri tidak memiliki rencana untuk membuka cabang baru karena Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet nantinya akan naik jika cabang baru dibangun,” jelasnya. (gen)