"Kalau hal itu (single digit) saya tidak ingin menjanjikan karena sekarang Indonesia mempunyai perkembangan yang baik, tapi hal ini tergantung pada ekonomi domestik," kata Agus, Jumat (22/4).
Saat ini BI mengganjar suku bunga acuan pada level 6,75 persen dan 7 Days Reverse Repo rate di level 5,5 persen. Perkembangan ekonomi domestik seperti inflasi dan aliran dana masuk (capital inflow) akan menjadi perhatian bank sentral dalam menentukan kebijakan moneternya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit akan meningkat di semester II setelah sebelumnya di semester I pertumbuhan kredit masih berada di bawah 10 persen. Ia menyebut pertumbuhan kredit tahun ini bisa di kisaran 11-14 persen.
"Kalau di semester II diharapkan ekonomi lebih baik karena swasta lebih bergerak. Itu membuat kesempatan ekonomi tumbuh dan memerlukan fasilitas kredit akan di atas 10 persen," jelasnya. (gen)