“Kami berharap mereka (S&P) bisa menaikkan rating kita ke investment grade,” tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (22/4).
Suahasil mengungkapkan dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi Bank Dunia/Dana Moneter Internasional (the IMF-World Bank Spring Meetings) yang berlangsung pada tanggal 12 sampai 18 April lalu, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro bertemu dengan John Chambers, Ketua Komite Pemeringkat Utang (Chairman of Sovereign Debt Comittee) S&P.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, S&P akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada awal Mei mendatang. Seperti tahun lalu, kunjungan itu akan diterima dan dikoordinir oleh Bank Indonesia.
“Nanti akan dikoordinir oleh Bank Indonesia S&P ke mana saja,” ujarnya.
Selain bertemu dengan perwakilan S&P, Bambang juga bertemu dengan perwakilan lembaga pemeringkat internasional lain, Moody’s dan Fitch. Kedua lembaga pemeringkat itu telah memberikan rating investment grade kepada Indonesia.
Pertemuan dengan kedua lembaga pemeringkat itu mengarah kepada penjelasan atas penilaian positif terkait perkembangan ekonomi domestik terkini serta kebijakan-kebijakan strategis yang telah dan akan dilaksanakan pemerintah termasuk paket kebijakan ekonomi. (gen)