Tax Amnesty Berpotensi Bawa Pulang Dana Rp605,7 Triliun

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 25/04/2016 12:43 WIB
Tax Amnesty Berpotensi Bawa Pulang Dana Rp605,7 Triliun Menko Perekonomian Sofyan Djalil (tengah) berbincang dengan Menkeu Bambang Brodjonegoro (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Agus Marto Wardojo dalam Forum Round Table Policy Dialogue di Gedung BI, Jakarta, Selasa (4/8). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan peningkatan penerimaan pajak sebesar Rp45,7 triliun jika kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) jadi diterapkan. Tidak cuma itu, BI juga memperkirakan, potensi dana masuk sebesar Rp560 triliun dari hasil repatriasi.

Gubernur BI Agus Martowardjojo mengatakan, potensi masuknya dana itu sangat bermanfaat apabila diinvestasikan di dalam negeri.

"Tax amnesty dipercaya mampu membangun sektor keuangan dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperdalam sektor keuangan," ujar Agus dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Anggota Komisi XI DPR RI, Senin (25/4).


Menurut Agus, kebijakan tax amnesty akan mampu mendongkrak likuiditas perbankan melalui dana pihak ketiga (DPK), seperti deposito dan tabungan. Terutama bagi bank persepsi atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menerima setoran uang tebusan pajak dan dana yang dialihkan dari dalam maupun luar negeri

"Kami juga akan mengantisipasi aliran dana masuk dari tax amnesty agar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu kita mendorong dana repatriasi ke instrumen keuangan jangka panjang," kata Agus.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan tak amnesti dan repatriasi aset juga diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan kredit. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung dengan kondisi perekonomian dan toleransi risiko masing-masing bank.

"Berlimpahnya likuiditas juga mampu menurunkan suku bunga di Pasar Uang Antar Bank (PUAB), sehingga transaksi dana antar bank menjadi lebih murah," ujar Agus. (bir/gen)