“Untuk APBNP 2016 rencananya dianggarkan Rp16 triliun,” tutur Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (27/4).
Bambang mengungkapkan BLU LMAN berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan baru terbentuk pada akhir tahun lalu. Nantinya, BLU LMAN akan memegang peran sebagai bank tanah (land bank) proyek-proyek pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BLU LMAN Rahayu Puspasari menyebutkan anggaran senilai Rp16 triliun hanya akan bekerja untuk mengganti dana talangan BUJT pada proyek jalan tol di Jawa dan Sumatera tahun ini.
Ke depan, lanjut Puspa, anggaran pengadaan lahan infrastruktur pemerintah, terutama infrastruktur stategis prioritas, tidak lagi di bawah Kementerian atau Lembaga (K/L) namun akan langsung dikelola oleh BLU LMAN. Kendati demikian, usul pengadaan serta proses pengadaan lahan tetap dilaksanakan oleh K/L terkait.
Selain berperan sebagai bank tanah, BLU LMAN juga akan mengelola aset-aset pemerintah yang belum berfungsi optimal (underutilized) maupun yang menganggur (idle).
"Nanti aset-aset pemerintah yang saat ini di bawah Kementerian Keuangan yang underutilized atau idle ini mau dioptimalkan supaya bisa menambah pendapatan," ujarnya. (gen)