Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memperkirakan tahun ini simpanan dalam bentuk tabungan dan giro (CASA) relatif akan lemah. Pertama Jahja melihat pertumbuhan bisnis masih akan lebih lesu tahun ini.
“Akibatnya perputaran uang hasil usaha akan susah untuk meningkat pesat sekali,” jelasnya di Jakarta, Rabu (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak 2015 hingga sekarang perbedaan suku bunga tabungan dan deposito itu sangat tinggi sehingga orang akan cenderung masuk ke deposito dibandingkan giro dan tabungan, tapi sekarang bedanya tipis," ujar Jahja.
Berangkat dari proyeksi tersebut, kini BCA akan lebih mengandalkan likuditas dari cadangan pendanaan sekunder dari penempatan SBI dan maupun penempatan di bank lain.
Sebagai informasi posisi DPK BCA hingga akhir kuartal I tercatat Rp470,4 triliun naik 5,7 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana CASA tetap menjadi kontributor utama terhadap total pendanaan bank yaitu sebesar 76,9 persen terhadap total dana pihak ketiga. Adapun jika dirinci lebih jauh, dana tabungan mencatat pertumbuhan 7,9 persen menjadi Rp243,9 triliun dan dana giro meningkat 8,4 persen menjadi Rp117,8 triliun.
Sementara untuk dana deposito tercatat turun Rp108,7 triliun atau turun 1,5 persen akibat dampak suku bunga deposito rendah. (gen)