Sudirman Maman Rusdi, Pembina III Gaikindo mengakui penjualan mobil bermesin diesel selama ini tidak menarik karena memiliki kesan konsumsi BBM yang boros. Akibatnya, sangat sedikit pabrikan otomotif yang berminat meluncurkan produk baru bermesin diesel di Indonesia.
“Mesin-mesin kendaraan diesel di dunia sekarang rata-rata sudah diatas Euro II, bahkan Euro IV, V dan VI,” kata Sudirman, dikutip Senin (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sekarang dengan Pertamina menjual BBM berstandar Euro II, harapannya kendaraan bermesin diesel makin berkembang,” kata Sudirman.
“Jika nanti kita sukses menurunkan harga dari hasil negosiasi FAME, pasti harga akan turun lagi dan konsumsi masyarakat makin bertambah,” kata Wianda.
“Kita sebelumnya punya Pertamina Dex tapi harganya terlalu tinggi. Bio solar, cetane number-nya masih rendah yakni 48. Karena itu kita luncurkan Dexlite dengan cetane number 51,” ungkapnya.
Dexlite, yang mulai dipasarkan Pertamina pada 15 April lalu memiliki kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm atau lebih tinggi dibandingkan dengan solar dengan angka cetane number 48 dan kandungan sulfur maksimal 3.500 ppm. Sementara, Pertamina Dex yang dikenal sebagai produk bahan bakar diesel terbaik di Indonesia saat ini, memiliki angka cetane number 53 dengan kandungan sulfur maksimal 500 ppm.
Saat ini Pertamina memasarkan Dexlite di 33 SPBU yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) setelah sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada personel SPBU mengenai produk Dexlite. Pada tahap awal, Pertamina menyediakan Dexlite sebanyak 10 kiloliter (kl) – 15 kl per hari di masing-masing SPBU. (gen)