"Kalau lihat produksinya, sangat jomplang karena Thailand lebih tinggi. Ini aneh, padahal penduduk kita 250 juta dan Thailand tidak sebanyak itu tapi jumlah produksi lebih banyak mereka,” ujar I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin di Cibitung, Jumat (29/4).
Berdasarkan data produksi otomotif Asean 2013 lalu, tercatat total produksi kendaraan Indonesia hanya 1,2 juta unit sementara Thailand mampu memproduksi sebanyak 2,45 juta unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami minta untuk memperkuat MPV dan SUV," jelasnya.
Putu menilai, salah satu yang menghambat produksi kendaraan di Indonesia adalah terpusatnya industri kendaraan di Pulau Jawa.
"Masalah supply chain management ini sangat luas. Faktanya 70 persen industri otomotif kita bergerombol di Jawa, 55 persen di Jawa Barat dan Banten," tuturnya.
Sementara, kebutuhan pasokan komponen dibutuhkan di berbagai pulau di Indonesia. Padahal bila rantai pasok dapat dikirim secara cepat ke berbagai daerah yang membutuhkan, maka biaya produksi bisa lebih murah dan produksi bisa dilakukan lebih cepat. Maka dari itu pembangunan industri otomotif perlu dilakukan secara merata. (gen)