Direktur Utama BPDP Sawit, Bayu Krisnamurthi mengatakan momen itu sangat bagus bagi pengusaha kelapa sawit karena bisa menjadi insentif bagi ekspor. Namun dengan kondisi harga minyak dunia yang kini tengah melemah, pemberian subsidi dari BPDP Sawit bagi mandatori B-20 juga bisa semakin membengkak.
Di dalam mekanisme subsidi tersebut, BPDP Sawit membayar selisih harga solar dengan FAME agar perusahaan BBN mau menyalurkan hasil produksinya untuk pencampuran biodiesel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi demikian, ia mengatakan subsidi BPDP Sawit untuk biodiesel bisa mencapai Rp5.500 per liter pada bulan Mei, atau naik Rp500 jila dibandingkan pada bulan April lalu. Harga tersebut, jelasnya, belum termasuk pajak dan ongkos logistik.
Namun ia berharap kondisi ini hanya sementara karena harga minyak dunia perlahan sudah merangkak naik. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Maret lalu telah mencapai US$34,19 per barel, atau meningkat dari posisi US$28,92 per barel pada bulan Februari lalu.
Sejak April kemarin, realisasi penyaluran biodiesel yang didukung oleh dana sawit dalam empat bulan pertama di tahun 2016 mencapai 748 ribu kiloliter (kl) dengan total pengeluaran mencapai Rp2,7 triliun. Sampai akhir tahun nanti, BPDP Sawit berharap bisa menyalurkan bildiesel sebesar 2,7 juta kiloliter hingga akhir 2016 mendatang.