Dijono, Direktur Bisnis II Pegadaian mengatakan, pertumbuhan pembiayaan terutama ditopang oleh pemulihan harga emas yang terjadi. Seperti diketahui, harga emas sempat amblas dalam dua tahun terakhir.
Sebelumnya, pengaruh negatif harga emas ikut menyeret bisnis perusahaan pelat merah tersebut. Padahal, bisnis inti perusahaan didominasi oleh komoditi emas, di mana sebanyak 90 persen portofolio pembiayaan perusahaan berbasis emas. Namun, pulihnya harga logam mulia itu turut mendorong kinerja perseroan saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cuma itu, Dijono menyatakan perseroan juga menjalin kerja sama dan sinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dalam merangkul nasabah mikro yang ingin membangun bisnis. Dalam hal ini, Pegadaian menyalurkan pembiayaan mikro non-emas.
Adapun, sampai akhir tahun nanti, Pegadaian membidik membukukan outstanding pembiayaan hingga Rp35 triliun atau tumbuh 16,6 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. (gir)