Panen dan Belanja Pemerintah Akan Dongkrak Ekonomi Kuartal II

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 04/05/2016 16:30 WIB
Panen dan Belanja Pemerintah Akan Dongkrak Ekonomi Kuartal II Menurut Darmin, musim panen hasil pertanian yang bergeser bisa membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi kuartal II lebih tinggi lagi. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik pada kuartal II mendatang dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini yang hanya tercatat 4,9 persen. Menurut dia, musim panen hasil pertanian yang bergeser ke kuartal II bisa membantu pencapaian pertumbuhan lebih tinggi lagi.

"Waktu panen, terutama padi, bergeser. Tidak terjadi di Maret, tetapi di bulan April," jelas Darmin di Jakarta, Rabu (4/5).

Maka dari itu, ia berharap, kontribusi pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II juga bisa lebih besar dibanding kuartal sebelumnya. Sebagai informasi, produksi pertanian secara harga konstan pada kuartal I 2016 hanya tumbuh 1,8 persen dan berkontribusi sebesar 20,8 persen terhadap PDB senilai Rp 2.262,6 triliun.



"Pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2016 ini memang tidak sebagus pertumbuhan di kuartal IV 2015, tetapi masih lebih bagus dari kuartal I 2015. Kelihatannya salah satu penyebabnya adalah waktu panen yang bergeser, semoga pengaruhnya bisa terlihat nanti," ujarnya.

Sementara itu, jika pertumbuhan ekonomi dilihat dari sisi pengeluaran (expenditure approach), ia berharap belanja pemerintah pada kuartal berikutnya bisa lebih baik dibanding saat ini. Soalnya, meski sudah ada instruksi Presiden untuk menyegerakan belanja negara di awal tahun, namun data menunjukkan tak ada perubahan dibandingkan tahun lalu.

Adapun, proporsi konsumsi pemerintah terhadap PDB kuartal I hanya 6,8 persen, atau naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,61 persen. Meski memang belanja pemerintah mengalami pertumbuhan 2,93 persen secara tahunan (year on year).

"Tentu belanja pemerintah ini harus diteruskan, untuk mempercepat pengeluaran, terutama belanja barang meskipun jumlah proporsinya tidak terlalu besar. Sehingga meski belanjanya naik, jumlahnya tidak cukup besar untuk mengompensasi unsur lainnya," terang Darmin.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 sebesar 4,92 persen, di mana konsumsi masyarakat masih mendominasi dengan proporsi 56,86 persen. Pertumbuhan tersebut terbilang lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 4,73 persen. (bir)