Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman memastikan, layanan pembayaran tol terintegrasi akan diujicoba pada 6-7 Juni 2016 sehingga seminggu setelahnya bisa diterapkan.
“Dapat kami pastikan sistem pembayaran tol terintegasi (Jakarta-Brebes Timur) dengan skema cluster dapat dilaksanakan lebaran tahun ini,” ujar Adityawarman, dikutip dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Senin (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya pemakai jalan yang akan ke Timur Pulau Jawa akan mengambil tanda masuk di Cikarang Utama, kemudian akan membayar di Palimanan. Lalu untuk cluster keduanya, saat membayar di Palimanan langsung mendapatkan tiket masuk untuk membayar di Brebes Timur atau pintu keluar lainnya.
Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arryanto menambahkan sistem pembayaran terintegrasi tersebut mengharuskan perusahaannya selaku pengelola tol Cipali untuk membuat sistem baru.
Upaya lainnya untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di gardu exit tol Palimanan, LMS juga menggandakan jumlah gardu tol.
“Kami akan menyiapkan 23 gardu dari yang sebelumnya hanya 11 gardu,” katanya.
Terkait tarif, ia menegaskan bahwa tarif yang berlaku tetap seperti yang ada sekarang, sementara untuk Brebes Timur belum ditentukan tarifnya kaena saat ini masih dalam tahap uji kelayakan. “Yang pasti untuk Golongan I dari Jakarta-Palimanan Rp 109.500, dengan rincian Jakarta-Cikampek Rp 13.500 dan Cikampek-Palimanan Rp 96.000,” katanya. (gen)