Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengusulkan PT Berdikari untuk mengurusi peternakan dari sisi hulu saja.
"Di dalam penataan peternakan ayam, nanti BUMN keikutsertaannya ada di hulu. Di khususnya di penghasil bibit ayam (Grand Parent Stock), anak ayam (Day Old Chick), hingga pakan ayam itu sendiri," jelas Syarkawi di Jakarta, Jumat (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
80 Persen Swasta
"Peternak mandiri nantinya akan menjadi dominan. Dengan model penataan seperti ini, kehadiran BUMN akan membangkitkan kembali peternakan rakyat. Swastanya sendiri ke depan akan berkurang dengan sendirinya," jelasnya.
Namun ia mengelak jika kebijakan ini dinilai bisa mematikan sektor perunggasan swasta. Pemerintah, tegasnya, akan mendorong perusahaan ternak unggas agar mau menyalurkan produksinya ke pasar internasional.
Di samping itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian BUMN karena sudah merespons cepat wacana ini. Ia melanjutkan, pembicaraan lintas instansi akan dilakukan lagi pada akhir bulan mendatang.
"Kami akan coba bertemu tanggal 23 Mei mendatang," tutur Syarkawi.
Ditemui di lokasi yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno berharap bisa mempelajari wacana tersebut dalam waktu satu pekan ke depan.
"Sudah akan presentasi dan kami akan melakukan perhitungan serta mempelajari secara keseluruhan. Kami diberi waktu seminggu oleh Pemerintah, dan ini upaya kami bagaimana harga ayam lebih terjangkau supaya bisa meningkatkan protein masyarakat," ujar Rini.
Sebagai informasi, Kementerian Pertanian mencatat konsumsi daging ayam Indonesia sebesar 10 kilogram (kg) per kapita per tahun. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Singapura yang memiliki konsumsi ayam sebesar 25 kg per kapita per tahun. (gen)