Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan untuk mendukung rencana penerbitan obligasi tersebut dibutuhkan audit yang mendalam terhadap laporan keuangan kurtal I 2016. Karenanya membutuhkan waktu lebih untuk itu sehingga penyampaian laporan keuangan kuartal I berbekatan dengan tenggat waktu pelaporan.
"Laporan keuangan Mandiri triwulan I memang mepet dengan triwulan II karena diperlukan audit mendalam untuk keperluan penerbitan obligasi di September, sehingga paparan publikasinya pas di batas akhir," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu dalam paparan publik di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, kata Pahala, perseroan telah menunjuk beberapa perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi, yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa.
Kendati demikian ia mengklaim secara keseluruhan kondisi likuiditas bank pelat merah tersebut masih cukup baik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan secara tahunan total dana kuartal I lalu yang mencapai 4,2 persen.
Strategi pembiayaan ini, kata Pahala, untuk menyikapi risiko menurunnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya di deposito dan tabungan, di masa depan. Hal tersebut juga menjadi kesempatan Bank Mandiri untuk menurunkan biaya dana (cost of fund).
"Kita perlu mengembangkan funding kita, kita lihat ada beberapa hal, satu himbauan tingkat bunga di nasional akan turun, sehingga ini memang timingnya cukup baik untuk menerbitkan obligasi," katanya.