Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis menyatakan perseroan dan KAF telah menandatangani perjanjian pinjaman tersebut pada 12 Mei 2016.
“Berdasarkan perjanjian tersebut perseroan akan memberikan pinjaman sebesar Rp600 miliar yang akan dipergunakan untuk modal kerja KAF yang selanjutkan akan digunakan untuk pemberian pembiayaan alat-alat berat kepada pelanggan perseroan yang membeli alat berat dari KAF,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, perseroan memilih untuk melakukan transaksi ini dengan KAF, yang merupakan pihak terafiliasi, karena secara bisnis menguntungkan bagi grup usaha dan pemegang saham pada umumnya.
“Sehubungan dengan transaksi ini, Dewan Komisaris dan Direksi perseroan menyatakan sepanjang pengetahuan kami, perseroan telah mengungkapkan semua informasi yang wajib diketahui oleh masyarakat dan tidak ada fakta material yang tidak diungkapkan atau dihilangkan,” jelas Sara.
Perusahaan kini tengah menawarkan bus dengan ketinggian (ground clearance) rendah kepada PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang digunakan sebagai alat transportasi di jalur biasa pengganti Metromini. Bus jenis ini rencananya tidak untuk dioperasikan di jalur busway.
Sebagai informasi, nilai penjualan alat berat United Tractors pada tahun 2015 anjlok 10,08 persen menjadi Rp 11,77 triliun dari tahun sebelumnya Rp 13,09 triliun. Hal itu berimbas pada turunnya pendapatan perusahaan, di mana pendapatan bersih turun 7,15 persen ke angka Rp 49,34 triliun dari angka tahun 2014 sebesar Rp 53,14 triliun.