Pencapaian ini jauh di atas rerata industri perbankan. Pada kuartal I 2016, laba bank secara umum melorot 2,29 persen dari Rp29,63 triliun menjadi hanya Rp28,95 triliun di kuartal yang sama tahun lalu.
Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebanyak 13,5 persen dari Rp4,02 triliun menjadi sebesar Rp4,56 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar saja, mengingat kondisi perekonomian saat ini belum benar-benar pulih. Sementara, komposisi bisnis bank asing banyak berputar di sektor korporasi yang notabene banyak terpengaruh dampak perekonomian nasional dan global.
Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI), salah satunya. Melihat laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resminya, aset bank yang berkantor pusat di Inggris tersebut mengalami penurunan pada kuartal I 2016 sebesar 13,26 persen dari Rp69,88 triliun di kuartal I 2015 menjadi hanya Rp60,62 triliun.
Hal serupa juga dialami HSBC Indonesia. Aset HSBC Indonesia tercatat turun tipis 2,55 persen, yaitu dari Rp98,23 triliun pada kuartal I 2015 menjadi hanya Rp95,72 triliun pada periode yang sama tahun ini. (bir/gen)