Rachmat Gobel, Presiden Komisaris Grup Panasonic Gobel menuturkan dengan investasi sebesar itu perusahaannya mendapat target untuk menghasilkan penjualan sebesar US$88,18 juta pada 2020 mendatang. Di mana produk alat kesehatan yang dihasilkan diperuntukkan bagi pasar ekspor sampai 91,8 persen dan sisanya untuk pasar domestik.
“Tahun lalu penjualan alat kesehatan kami mencapai US$51,77 juta dengan 88,4 persen produk diekspor dan 11,6 persen untuk pasar domestik,” kata Rachmat, usai bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantornya, Kamis (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akuisisi Bayer
“Melalui akuisisi ini, Panasonic Healthcare memiliki potensi besar untuk meningkatkan kekuatan ekspor dari produk industri alat-alat kesehatannya di Indonesia,” ujar Rachmat.
Sedangkan Associate Director Quality Assurance Group PT PHCI Chasri Idham mengatakan, produksi glucose meter semuanya adalah produksi dalam negeri dan 100 persen diperuntukan bagi pasar ekspor. Untuk bahan bakunya 53 persen diambil dari dalam negeri.
“Pabriknya sudah ada sejak 25 tahun lalu saat itu masih produksi video kaset recorder, DVD, handycam, mulai 2011 tren produk audio video turun dan saat itu berubah menjadi alat kesehatan,” pungkasnya.