Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng mengatakan manajemen tengah berupaya menggemukkan modal perusahaan. Selain mendongkrak permodalan melalui upaya organik, manajemen tengah mempertimbangkan untuk merilis surat utang.
“Rencananya begitu, subordinasi lagi sekitar Rp500 miliar. Dananya untuk ekspansi kredit. Kalau ada sisanya buat tambah modal. Kami ada rencana juga melakukan revaluasi aset untuk tambah modal. Sehingga, akhir tahun bisa masuk BUKU 3,” ujarnya, Senin (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Subordinasi juga masih dalam kajian. Kami belum bisa memastikan kapan, kami mau lihat setelah kuartal II tahun ini. Bagaimana pasarnya, tingkat bunganya dan sebagainya,” imbuh dia.
Per 31 Maret 2016, Bank Jateng sendiri tercatat memiliki total modal sebesar Rp4,22 triliun (konsolidasi). Total modal bank milik Pemerintah Daerah Jawa Tengah tersebut tercatat tumbuh 33 persen jika dibandingkan dengan realisasi kuartal pertama tahun lalu, yaitu Rp3,17 triliun.