Sebesar Rp20,40 triliun dari realisasi itu berasal dari program penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sisanya Rp27,81 triliun merupakan program penjaminan non KUR dan berasal dari program penjaminan komersial korporat.
“Volume penjaminan kredit kami tumbuh berlipat-lipat ditopang oleh penyaluran KUR yang naik nyaris lima kali lipat ketimbang tahun lalu. Proyeksi kami, penjaminan KUR akan mencapai Rp50 triliun dan non KUR Rp65 triliun sampai akhir tahun nanti,” ujar Diding S. Anwar, Direktur Utama Jamkrindo, Rabu (1/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2016 baru saja menunjuk Jamkrindo sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang (LPP SRG). Itu artinya, bisnis penjaminan Jamkrindo bakal semakin luas. Dengan perluasan bisnis ini, Jamkrindo berpotensi menambah tebal volume penjaminannya.
Adapun, dari sisi gearing ratio alias jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri, kapasitas volume penjaminan Jamkrindo masih sangat mumpuni hingga Rp240 triliun.
“Gearing ratio kami masih 4 kali. Gearing ratio kami dibatasi hingga 10 kali. Itu artinya, kapasitas kredit yang bisa kami jamin masih tersisa 6 kali. Namun, itu pun karena tren proyek penjaminan pengadaan barang/jasa baru terjadi di kuartal kedua dan ketiga,” pungkasnya. (gen)