Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, dari catatan yang dimilikinya, konsumsi harian Pertamax diramalkan naik sebesar 17 persen menjadi 12 ribu kl dan konsumsi Pertalite akan melonjak 43 persen menjadi 10.200 kl per hari. Maka dari itu, Pertamina akan mempersiapkan stok Pertamax sebesar 340.395 kl dengan periode 25 hari.
"Dan ada fenomena unik, di mana kini Pertamax sudah mulai digunakan masyarakat," jelasnya, Jumat (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena pada H-4 masyarakat sudah mulai cuti dan bepergian, sedangkan H+3 umumnya masyarakat sudah kembali ke aktifitas masing-masing, terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang harus bekerja lagi esoknya tanggal 11 Juli," ujar Wianda.
Namun, ia memprediksi permintaan solar akan menurun sepanjang masa-masa tersebut karena industri pengguna solar tidak berproduksi. Ia mengatakan, konsumsi harian solar akan menurun 12 persen dari 35.173 kl per hari menuju 31.118 kl per hari.
"Karena ketika menjelang lebaran, industri tidak beraktifitas dan truk-truk besar juga dibatasi melintas di jalur-jalur padat mudik. Kendati demikian, kami masih stok solar sebesar 1,67 juta KL yang tahan selama 28 hari di masa-masa itu," tutur Wianda.
Sebagai informasi, penjualan BBM Pertamina di tahun lalu tercatat sebesar 61,63 juta kl yang terdiri dari BBM subsidi sebesar 26,96 juta kl dan BBM non-subsidi sebesar 34,67 juta kl. Angka itu menurun 5,62 persen dibandingkan konsumsi tahun 2014 yang tercatat sebesar 65,3 juta kl. (gir)