Jusuf Kalla menjelaskan pemerintah memang mengkaji impor daging untuk mempertahankan persediaan sekaligus menekan harga yang kini sudah mencapai Rp130 ribu per kilogram. Namun, ia menekankan pemerintah tetap memikirkan dampak bagi peternak dalam negeri, bukan sebaliknya.
"Kebijakan pemerintah selalu dua hal, bagaimana baik untuk konsumen dan juga untuk peternak," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jumat (3/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, JK menyatakan sebenarnya bisa saja pemerintah memilih untuk terus mengeluarkan stok yang dimiliki peternak tanpa melakukan impor. Namun itu pun memiliki risiko yang tak kalah besar.
Menurutnya, harga daging yang saat ini mencapai Rp130 ribu per kilogram tentu akan sangat menguntungkan bagi para peternak dan membuat mereka ingin terus mengeluarkan stok. Jika itu terus terjadi, lanjutnya, bukan hanya sapi ternak dan sapi betina saja yang akan dipotong, sapi perah pun bisa jadi korban.
"Jadi menyenangkan petani juga ada batasnya. Dia hanya memotong sapi jantan, jangan berlebihan. Ada dua cara (untuk menekan harga), menaikkan produksi atau kalau perlu impor ya impor. Hanya itu caranya, tak ada yang lain," jelas JK. (gir)