Jumlah tersebut tercatat lebih rendah dari dividen tunai tahun buku 2014 perusahaan pemegang lisensi dagang Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia ini, yang mencapai Rp30 per lembar saham atau senilai total Rp59,85 miliar.
"Kami bagikan dividen 38 persen dari laba bersih, sisanya ditahan perusahaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami akan bagikan pada 1 Juli 2016," ujar Direktur PT Fast Food Indonesia (FAST) Justinus Dalimin Juwono, Selasa (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justinus menyatakan, kenaikan pendapatan perusahaan diperoleh dari gerai baru yang dibangun perusahaan pada tahun 2015. Perusahaan sendiri membangun 47 gerai baru dan lima KFC Box pada tahun 2015. Adapun, perusahaan mengklaim laba bersih turu disebabkan beban gaji yang selalu meningkat setiap tahunnya.
Sebagai informasi, pada kuartal I 2016 pendapatan Fast Food Indonesia tercatat sebesar Rp1,10 triliun, naik 10 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun. Namun, laba bersih Fast Food turun 6,43 persen menjadi Rp8,29 miliar dari sebelumnya sebesar Rp8,86 miliar.