"Untuk jangka pendek, kami bekerja sama dengan produsen. Nantinya, jangka panjang memotong rantai distribusi dari produsen langsung ke petani," ujar Amran di Kantor Presiden, Selasa (7/6).
Menurutnya, hal ini memerlukan waktu karena tingginya harga pangan terutama jelang Lebaran, merupakan permasalahan menahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan, hingga saat ini pemerintah masih perlu mengimpor gula pasir untuk menekan harga jual di pasar domestik. Tingginya harga gula pasir, lanjutnya, dikarenakan fenomena global, sehingga mempengaruhi harga gula di pasar domestik.
Karenanya, pemerintah melalui PT PPI, mengimpor gula mentah sebanyak 192 ton. Sementara itu, PTPN dan RNI juga mengimpor bila mentah 381 ribu ton untuk diolah menjadi gula konsumsi. Penyalurannya melalui mekanisme operasi pasar dengan harga Rp11.500-Rp12.000 per kilogram.
Lebih lanjut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga gula pasir masih tinggi dan sulit ditekan. "Sehingga tidak ada jalan lain kelihatannya, pasokannya harus dinaikkan lagi," kata Darmin. (gir)