Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Insutitute mengatakan, hal yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi aset-aset kedua perusahaan yang bisa disinergikan dalam jangka pendek.
“Secara konsep memang holding akan meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan Hal itu dengan catatan tahapan teknis dan non teknis dapat dilewati dengan baik,” ujar Komaidi, Rabu (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sujatmiko, Kepala Komunikasi Publik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan penggabungan PGN ke Pertamina membuat perusahaan pelat merah lebih efisien, sehingga infrastruktur yang ada bisa digunakan bersama.
Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Gas (Pertagas) pada tahun ini menargetkan menambahkan pipa transmisi open acces sepanjang 400 kilometer (km). Saat ini, perseroan memiliki jaringan pipa transmisi open access terpanjang di Indonesia, yaitu 2.200 km. Dengan sistem open access, semua jaringan pipa perseroan bisa digunakan oleh siapa pun.
Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan mekanisme penggabungan PGN ke Pertamina hingga saat ini masih dalam proses diskusi. Sambil menunggu peraturan pemerintah terkait penggabungan tersebut terbit telah dibentuk tim gabungan yang terdiri dari PGN, Pertamina dan juga Pertagas yang melakukan pemetaan lokasi pipa-pipa infrastruktur, baik transmisi maupun distribusi yang ada.
“Jadi kita memastikan, jika memang benar-benar sudah berlaku hal tersebut, ini bisa berjalan lancar. Nah nanti bentuknya seperti apa, nanti kita lihat setelah proses yang selanjutnya," katanya. (gen)