"Kami akan menjajaki di tahun depan karena harus ada persiapan, akhir Desember akan kami siapkan untuk penerbitan obligasi 2017," ujar Rizkan Chandra, Direktur Utama Semen Indonesia, Jumat (10/6).
Ia menjelaskan, nilai obligasi yang ditawarkan Semen Indonesia nantinya akan tergantung dari kebutuhan perusahaan pada tahun depan. Maka dari itu, perusahaan belum memutuskan nilai yang akan ditawarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sumber belanja modal, selain obligasi, perusahaan melakukan pinjaman dari bank setelah mendata kebutuhan anak usaha Semen Indonesia.
Perusahaan akan menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik di Tuban dengan nama pembangkit listrik 30 megawatt (MW). Perkembangan pembangunan tersebut sudah sampai 75 persen saat ini.
"Kami targetkan selesai akhir tahun ini," terangnya.
Selain itu, perusahaan juga akan membangun fasilitas grinding di Cigading, pabrik semen 3 juta ton di Rembang, dan pabrik di Indarung VI dengan kapasitas 3 juta ton. Selanjutnya, perusahaan juga akan mengembangkan pabrik semen di Aceh yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. (gir)