Investor Relations Astra International, Tira Ardianti menyatakan, perseroan sedang menggenjot lini bisnis infrastruktur. Ia menjelaskan, lini usaha tersebut mencakup pembangunan pelabuhan terkait kawasan berikat dan jalan tol.
"Untuk jalan tol, akan kami tambah. Sampai tahun 2030 kita targetkan paling tidak kita bisa punya 330 kilometer. Kepemilikan kita saat ini sekitar 197 kilometer," ujar Tira, Senin malam (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, PT Marga Harjaya Infrastruktur, dengan kepemilikan 95 persen, memiliki ruas tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 kilometer. Seksi I telah beroperasi dan seksi II-IV sedang dalam proses pembebasan lahan dan paralel seksi II dan III dalam proses konstruksi.
"Yang sudah beroperasi sekitar 110 km," terangnya.
Dari sisi nilai investasi yang digelontorkan, Tira menyatakan jumlahnya bisa bervariasi. Ia menyatakan nilai investasi yang dianggarkan Astra untuk menambah kepemilikan tol di wilayah Jawa lebih dari Rp3,5 triliun.
"Nilai investasinya macam-macam, di Jawa Timur Rp3,5 triliun, di Jawa Tengah sekitar Rp850 miliar," katanya.
Untuk diketahui, Astratel Nusantara mengincar pendapatan dari usaha jasa jalan tol sebesar Rp1 triliun pada tahun ini, naik 10 persen dari capaian tahun lalu di angka Rp909 miliar.
Wiwik D. Santoso, Direktur Astratel mengatakan nilai target dari divisi usaha jalan tersebut berkontribusi sekitar 65-75 persen dari total pendapatan perusahaan. Sementara sisanya berasal dari divisi usaha pelabuhan dan distribusi air bersih.
“Pendapatan bisa sampai Rp1 triliun. Untuk laba bersih belum bisa bicara ya. Sekarang laba masih kecil karena belanja operasional yang besar. Saat ini dari sisi profitability enggak begitu bagus karena masih banyak proyek,” ujarnya kepada sejumlah media, Senin (30/5).
“Kalau pendapatan, paling banyak masih dari PT Marga Mandala Sakti ya, tol Tangerang-Merak. Hal itu karena tol tersebut paling panjang, 72,45 kilometer,” jelasnya