“Informasi yang diterima sejak rapat FOMC April lalu mengindikasikan bahwa percepatan perbaikan pasar tenaga kerja telah melambat, tetapi pertumbuhan kegiatan ekonomi menunjukkan perbaikan,” ujar Gubernur The Fed Janet Yellen seperti dikutip situs resmi The Fed, Rabu (15/6) waktu Washington atau Kamis (16/6) dini hari waktu Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah lapangan kerja baru yang tercipta pada bulan lalu tercatat sebanyak 160 ribu, lebih rendah dibandingkan Februari dan Maret yang masing-masing sebesar 233 ribu dan 208 ribu pekerjaan.
Selain itu, tingkat suku bunga acuan juga sejalan dengan upaya untuk menjaga kestabilan harga. Saat ini, The Fed menargetkan tingkat inflasi tetap mengarah ke level dua persen.
Dua Kali Naik
Namun, The Fed tidak menutup peluang kenaikan suku bunga acuan pada rapat FOMC berikutnya, yang dijadwalkan pada 26-27Juli mendatang. Kendati demikian, otoritas moneter AS memastikan kenaikan suku bunga pada tahun ini tetap akan dilakukan secara bertahap.
“Komite berekspektasi bahwa dengan penyesuaian kebijakan moneter secara bertahap (gradual) maka ekspansi ekonomi akan berjalan moderat dan indikator pasar tenaga kerja akan menguat,” tutur Yellen.
Selanjutnya, keputusan The Fed akan dijadikan pertimbangan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam menentukan kebijakan moneternya bulan ini. Rencananya, hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan Juni 2016 akan diumumkan sore nanti.
Sebagai informasi, para pemutus kebijakan moneter FOMC antara lain Ketua FOMC sekaligus Gubernur The Fed, Janet Yellen; Wakil Ketua FOMC, William C. Dudley; James Bullard; Stanley Fischer; Esther L. George; Loretta J. Mester; Jerome H. Powell; Eric Rosengren; dan Daniel K. Tarullo.
(ags/ags)